GOTVNEWS, Karimun – Dukungan terhadap upaya Bupati Karimun, Iskandarsyah, dalam memperjuangkan pembentukan Badan Pengusahaan (BP) Karimun yang mandiri terus mengalir.
Kali ini, dukungan datang dari tokoh masyarakat Meral sekaligus Pendiri PAMERAL dan Timbalan Kiri Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun, Didang Syarifuddin.
Didang menilai, kehadiran BP Karimun yang berdiri sendiri dengan payung hukum tetap merupakan langkah strategis untuk membuka peluang investasi dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Karimun.
Menurutnya, Karimun memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, serta berada di jalur strategis Selat Malaka, menjadi modal besar untuk mengembangkan perekonomian daerah.
Salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah kepastian kelembagaan dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Karimun.
Ia menilai, ketergantungan kelembagaan BP Karimun terhadap BP Batam serta koordinasi yang melibatkan pemerintah provinsi berpotensi membuat proses birokrasi dan pengambilan keputusan menjadi kurang efektif.
“Karimun ini memiliki posisi strategis sebagai beranda depan NKRI sekaligus gerbang ekonomi dunia. Kita berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Ini anugerah geostrategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Didang.
Didang pun memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Karimun yang terus memperjuangkan agar BP Karimun dapat berdiri secara mandiri, memiliki kepastian hukum, serta tidak berada di bawah kendali pihak lain.
Didang berharap, pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap pembentukan kelembagaan BP Karimun mandiri tersebut.
“Dengan BP Karimun yang mandiri, kepastian hukum bagi investor menjadi lebih jelas. Perizinan bisa lebih terarah dan investasi yang masuk diharapkan langsung memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat Karimun,” tegasnya.
Didang jug mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan dukungan bersama antara masyarakat, pemerintah, kekuatan politik, serta kalangan pengusaha.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam perbedaan kepentingan yang justru dapat menghambat pembangunan daerah.
“Ini saatnya kita bersatu. Karimun jangan hanya menjadi penonton di Selat Malaka, tetapi harus menjadi pemain utama. BP Karimun mandiri adalah harga mati untuk Karimun maju,” tutupnya. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








