Air Sumur Tercemar BBM, Puluhan Warga Gang Nila Kesulitan Air Bersih

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sumur bersama di pemukiman Gang Nila 1, Kelurahan Tanjungpinang Barat, tercemar oleh limbah yang diduga dari bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan, warga terpaksa membeli air bersih.

Inilah sumur yang digunakan warga untuk dikonsumsi bersama – sama yang dibangun di pemukiman Gang Nila 1 RT 02 , Jalan Soekarno Hatta Kota Tanjungpinang.

Setidaknya terdapat lebih dari 32 rumah memasang instalasi dari sumur bersama ini untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Namun sayang, saat ini air sumur tersebut tidak dapat lagi dikonsumsi lantaran kualitas airnya berminyak dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Salah satu warga, Kumba, mengatakan, air sumur ini sudah tercemar limbah minyak sejak tahun 2018 silam.

Saat ini mata air yang keluar dari sumur ini hanya digunakan warga untuk mencuci dan mandi. Jika untuk dikosumsi warga harus membeli air bersih.

Ia mengatakan sejak dulu dinas terkait maupun oleh pihak Pertamina sudah mengambil sample kualitas air, namun hingga saat ini pencemaran air sumur tidak juga teratasi.

“Dampaknya airnya menjadi kuning, untuk dipakai untuk minum tidak bisa, airnya berlendir. Kalau dulu masih bisa untuk dikonsumsi sekarang hanya untuk cuci dan mandi,” ucapnya.

Dampak yang lebih parah dirasakan oleh warga yang bermukim di Gang Nila 1 RT 03. Di salah satu rumah warga ini, kualitas air sumur bornya sudah tidak dapat digunakan lagi.

Lantaran air sumurnya berwana kehitaman pekat, imbas dari tercemar minyak dan terbakar jika tersulut api.

Pemilik rumah, Meri mengatakan , untuk memenuhi kebutuhan air sehari – hari dirinya terpakasa membeli air bersih seharga Rp 60 ribu untuk pemakaian selama tiga hari sekali.

Meri mengatakan pada tahun ini sumur milliknya yang paling parah terdampak oleh pencemaran minyak.

“Jadi kami terpaksa beli sekarang, airnya sudah seperti ini tidak dikonsumsi lagi jadi kami terpaksa beli. Kita beli satu tangki Rp 60 ribu untuk digunakan dalam 3 hari, itupun kami hemat hemat,” ujarnya.

“Di RT kita ada 9 rumah yang terdampak paling parah yang terdampak, 2018 kenak juga tapi tak separah ini,” ucap Hendra Ketua RT 03 Gang Nila 1

Hingga saat ini belum ada upaya konkrit dari pemerintah untuk mengatasi pencemaran air sumur warga.(San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *