Beragam Peristiwa Terjadi dalam Sepekan

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Beragam peristiwa terjadi dalam sepekan terakhir. Berikut GOTVNEWS merangkum berita-berita yang terjadi dalam minggu ini.

927 PPPK Paruh Waktu di Karimun Terima SK Pengangkatan

Pemerintah Kabupaten Karimun menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 927 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah.

Pengangkatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperhatikan status pegawai. Para PPPK akan menjalani kontrak kerja yang dievaluasi setiap tahun berdasarkan kinerja.

Pemkab Karimun berharap para pegawai semakin termotivasi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Oknum Jaksa Bintan Diduga Terlibat Perusakan Hutan, Dimutasi ke Kejati Kepri

Seorang oknum jaksa di Kejari Bintan berinisial HS diduga terlibat kasus perusakan hutan lindung di Sijunjung, Sumatera Barat. Yang bersangkutan telah dimutasi ke Kejaksaan Tinggi Kepri untuk kepentingan pemeriksaan.

HS sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Bin di Kejari Bintan dan telah dimutasi sejak November 2025. Dugaan kasus tersebut terkait pembabatan hutan seluas sekitar 700 hektare serta kepemilikan usaha sawmill di lokasi hutan.

Sementara itu, pihak Kejari Bintan menyatakan tidak mengetahui detail perkara dan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada Kejati Kepri.

Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center Tanjungpinang Naik

Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional Bintan Center, Tanjungpinang, mengalami kenaikan signifikan dan sebagian stok menipis. Kenaikan terjadi pada cabai, bawang, wortel, hingga ayam potong.

Pedagang menyebut kondisi ini sudah berlangsung sekitar tiga minggu, dipicu faktor cuaca dan pengetatan pengawasan distribusi barang oleh Bea Cukai.

Pedagang berharap pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan agar pasokan kembali lancar dan harga bahan pokok stabil.

Ponpes Al-Khoziny Dibangun Ulang Pakai Dana APBN Rp125 Miliar

Pemerintah resmi memulai pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo dengan anggaran APBN sebesar Rp125,3 miliar. Proyek ini dibangun di atas lahan 3.700 meter persegi dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan pembangunan harus dilakukan secara cepat, berkualitas, dan bebas korupsi.

Proyek ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo pasca tragedi ambruknya bangunan yang menewaskan puluhan santri.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *