GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan adanya puluhan pekerja asal Kepri yang telah dipulangkan dari Kamboja di 2026. Para pekerja migran tersebut sebelumnya kedapatan bekerja sebagai operator penipuan daring (scammer) untuk jaringan judi online.
Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan puluhan pekerja tersebut diketahui kembali ke tanah air secara mandiri setelah adanya konflik yang bergejolak beberapa waktu lalu.
Atas peristiwa tersebut, BP2D mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan kritis terhadap lowongan kerja luar negeri yang menawarkan pendapatan tidak masuk akal.
“Kita harus sangat berhati-hati, apalagi jika ada iming-iming bekerja dengan gaji besar, jangan mudah terprovokasi,” ucapnya, Selasa (9/6/2026).
Doli juga menambahkan, untuk memantau warga Kepri yang diduga masih tertahan, BP2D terus menjalin komunikasi intensif dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri guna melacak keberadaan mereka di Kamboja.
“Dari mereka kita mendapatkan informasi dan dari mereka juga yang memfasilitasi dengan KBRI di Kamboja,” singkatnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News










