GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat nilai ekspor dan impor di Provinsi Kepri mengalami peningkatan pada periode Januari hingga Juni 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Margareta, menyampaikan bahwa nilai ekspor mencapai sebesar US$12,31 miliar. Angkat tersebut naik sebesar 26,64 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
“Barang ekspor utama selama periode ini adalah mesin dan peralatan listrik, menyumbang hampir setengah dari ekspor nonmigas. Negara Singapura jadi negara tujuan ekspor terbesar, kemudian disusul oleh Amerika Serikat,” ucapnya, Sabtu (2/8/2025).
Margareta menyebutkan, sebagian besar aktivitas ekspor itu dikirim melalui berbagai pelabuhan, seperti Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Kabil, dan Pelabuhan Kijang.
Sementara itu, untuk nilai impor tercatat sebesar US$11,43 miliar atau melonjak mencapai 43,10 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024 lalu, yang hanya sebesar US$7,99 miliar.
“Kenaikan ini disumbang oleh impor nonmigas yang naik hampir mencapai 37 persen, dan impor migas yang melonjak hingga 90 persen,” sambungnya.
Terakhir dirinya menyebutkan, untuk sektor migas, komoditas impor terbesar adalah hasil minyak dengan nilai US$1,74 miliar atau sekitar 15 persen dari total impor.
“Sedangkan untuk sektor nonmigas, impor terbesar berasal dari hasil industri, dengan nilai mencapai US$9,34 miliar atau lebih dari 81 persen dari total impor kita,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








