Bupati Karimun Buka Festival Lampu Colok Tujuh Likur di Kundur Barat, Tradisi Lama Kembali Bersinar

Bupati Karimun Buka Festival Lampu Colok Tujuh Likur di Kundur Barat, Tradisi Lama Kembali Bersinar..
Bupati Karimun Buka Festival Lampu Colok Tujuh Likur di Kundur Barat, Tradisi Lama Kembali Bersinar..Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun resmi membuka Festival Lampu Colok dalam rangka menyambut malam Tujuh Likur Ramadan 1447 Hijriah.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah bersama Kepala OPD terkait di wilayah Sawang KM 8, Kecamatan Kundur Barat.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menjelaskan tradisi lampu colok merupakan warisan budaya masyarakat Melayu yang sudah ada sejak lama.

Dahulu, lampu colok menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan sebelum listrik tersedia secara luas.

“Tradisi lampu colok ini sudah ada sejak zaman dulu ketika masyarakat menggunakan lampu pelita sebagai penerangan. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan hingga sekarang,” ujar Iskandarsyah.

Untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut, pemerintah daerah mengemasnya dalam bentuk festival yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.

Festival tahun ini menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni lampu colok tradisional dan lampu hias yang menampilkan kreativitas masyarakat dalam menghias lampu bernuansa islami.

“Festival ini kita buat dalam dua kategori, yaitu lampu colok dan lampu hias. Setiap desa dan kelurahan ikut berpartisipasi sehingga suasana Ramadan menjadi semakin semarak,” katanya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat tinggi. Bahkan, ketika kegiatan tersebut sempat tidak dilaksanakan, banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan karena tradisi tersebut dianggap bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Antusias masyarakat luar biasa. Pernah ketika tidak kita adakan, masyarakat justru mempertanyakan. Ini menunjukkan bahwa lampu colok sudah menjadi tradisi yang sangat melekat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian tradisi lampu colok juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Karimun yang menempatkan nilai-nilai budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari visi kami, yaitu Karimun yang berbudaya. Lampu colok menjadi salah satu wujud nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat, pemerintah daerah juga menyiapkan total hadiah hingga Rp200 juta untuk berbagai kategori perlombaan, termasuk lampu colok dan kereta hias yang akan memeriahkan rangkaian perayaan Idul Fitri di Karimun. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *