GOTVNEWS, Karimun – Wakil Ketua II DPRD Karimun, Adi Hermawan, merespons peristiwa dugaan keracunan yang dialami siswa setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, melihat sebaran siswa sebagai penerima manfaat program MBG jumlahnya mencapai ribuan dalam setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu tentu menjadi tanda tanya apabila dipicu dari menu makanan yang disajikan.
“Dari sekian ribu namun yang terdampak belasan, tentu kita harus berpikir rasional. Jika dikatakan basi atau keracunan pasti satu kelas atau seluruhnya,” ujar Adi.
Adi menilai adanya kemungkinan faktor lain yang menyebabkan para siswa mengalami keracunan.
“Saya khawatir dalam tidak ada kaitan di dapur. Bisa jadi sabotase dan segala macamnya,” terangnya.
Selaku anggota DPRD yang berfungsi pengawasan menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan dari makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Termasuk peran Kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.
“Kami mengharapkan pihak kepolisian bisa menyelidiki karena pada dasarnya bahwa tujuan MBG ini sangat baik untuk masyarakat,” katanya.
Dengan begitu, Adi juga mengajak seluruh pihak sekolah secara terbuka bisa menyampaikan infomasi yang sebenarnya, karena bisa membawa program MBG ke arah yang lebih baik.
“Kalau ini disimpan-simpan, disembunyi-sembunyikan tidak akan bisa kita perbaiki. Jadi diharapkan pihak sekolah terbuka saja informasinya. Karena ini untuk kebaikan kita semuanya,” tuturnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














