Ansar mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam membantu percepatan pergerakan UMKM. Kepri memiliki keuntungan strategis dan aksesibilitas yang memudahkan UMKM untuk bersaing tidak hanya di pasar dalam negeri tetapi juga luar negeri.
Pada tahun 2022, Pemprov Kepri memberikan bantuan kepada 2.000 UMKM dengan bunga nol persen selama satu tahun. Namun, hanya sekitar 1.000 UMKM yang memanfaatkannya.
Harapannya, berbagai kegiatan, termasuk pemasaran ke luar negeri, dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Kepri.
Gubernur Ansar juga mencatat bahwa kewajiban membayar PPN 11 persen menjadi tantangan. Ia berharap kewajiban ini dapat dihapus agar produk UMKM di Kepri tidak hanya efektif untuk ekspor tetapi juga dapat bersaing di pasar Indonesia.
Dalam menghadapi tantangan ini, Ansar berharap pemerintah pusat dapat mendukung dan memandang produk UMKM Kepri sebagai produk lokal yang tidak hanya berorientasi pada ekspor tetapi juga dapat bersaing di pasar domestik.
Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2023 bukan hanya sebuah acara, tetapi juga sebuah langkah besar dalam memperkuat kerja sama ekonomi antar daerah. Pemprov Kepri, dengan fokus pada pemulihan ekonomi dan dukungan bagi UMKM, menunjukkan komitmen untuk menjadikan Kepri sebagai kekuatan ekonomi yang signifikan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan pada tahun 2023, harapannya adalah Kepri akan terus melangkah maju sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang unggul.(*/Brm)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














