HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ungkap 5.000-6.000 Tenaga Kerja Terserap

HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ungkap 5.000-6.000 Tenaga Kerja Terserap.
HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ungkap 5.000-6.000 Tenaga Kerja Terserap.Foto: Pemkab Karimun.

GOTVNEWS, Karimun – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-27 tahun Kabupaten Karimun, Bupati Iskandarsyah, memaparkan sejumlah capaian pembangunan sekaligus menegaskan fokus pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Karimun diawali dengan upacara di Halaman Kantor Bupati Karimun, kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran di Gedung Nilam Sari.

Sejumlah tokoh penting dan pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Isdianto, Anwar Hasyim, dan TS Arif Fadillah.

Bupati, Iskandarsyah, mengatakan, perjalanan Kabupaten Karimun selama 27 tahun menunjukkan perkembangan yang patut disyukuri. Salah satu perubahan yang terlihat adalah bertambahnya jumlah kecamatan dari tiga kecamatan saat awal pembentukan menjadi 14 kecamatan saat ini.

“Kami tentu bersyukur, sudah 27 tahun Karimun yang semula hanya tiga kecamatan saat ini berkembang menjadi 14 kecamatan,” ujar Iskandarsyah.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah yang perlu terus dilanjutkan dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam refleksi peringatan HUT ke-27, Iskandarsyah mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak hanya mempertahankan capaian yang sudah diraih, tetapi juga memperbaiki berbagai sektor yang masih membutuhkan perhatian.

Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu indikator pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Untuk mencapai target pembangunan, Iskandarsyah menilai kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), memegang peranan penting.

“Pada momen HUT ini juga, pesan kami apa yang kita raih pertahankan, apa yang kurang perbaiki sehingga tujuan dari Pemerintah Daerah bisa kita capai. Kunci semua itu ada di Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya. Jika Karimun mau maju, diawali dengan membangun SDM ASN kita,” tegasnya.

Ia berharap ASN dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan sehingga program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karimun, tetap berkomitmen mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berbudaya sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang telah dirancang.

Iskandarsyah juga memaparkan sejumlah capaian program prioritas pemerintah daerah, termasuk di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Karimun telah merealisasikan komitmen Universal Health Coverage (UHC) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Sementara itu, di bidang ketenagakerjaan, Iskandarsyah menyebut sekitar 5.000 hingga 6.000 orang telah bekerja di Karimun sepanjang periode 2025–2026.

“Lapangan kerja antara periode 2025 ke 2026 ada sekitar 5 sampai 6 ribu orang sudah bekerja di Karimun, dari total 23 ribu orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan,” kata Iskandarsyah.

Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti pemerintah daerah dalam upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sektor perekonomian, Iskandarsyah menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Karimun tercatat berada di atas rata-rata nasional. Pemerintah daerah juga disebut berhasil menjaga laju inflasi sehingga memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Karimun.

Memasuki usia ke-27, Pemerintah Kabupaten Karimun berupaya mengoptimalkan berbagai potensi daerah yang dinilai belum tergarap secara maksimal.

Iskandarsyah menegaskan, arah pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan pembangunan antarkecamatan.

Salah satu target yang ingin dicapai adalah mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, terutama di wilayah di luar Pulau Karimun Besar.

“Kita ingin 14 kecamatan, terutama di luar Pulau Karimun besar, menjadi pusat-pusat ekonomi baru,” tutupnya. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *