Kemarau Melanda, Waduk Gesek Menyusut Sebabkan Pasokan Air PDAM Terganggu

Kemarau Melanda, Waduk Gesek Menyusut Sebabkan Pasokan Air PDAM Terganggu.
Kemarau Melanda, Waduk Gesek Menyusut Sebabkan Pasokan Air PDAM Terganggu.Foto:Gotvnews/ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Musim Kemarau kembali melanda, menyebabkan air di Waduk Gesek menyusut drastis hingga tersisa 30 cm dari normalnya 2 meter.

Kondisi tersebut memaksa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri membatasi distribusi air ke ribuan pelanggan di Kota Tanjungpinang.

Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, menyatakan operasional waduk kini hanya mampu melayani area terbatas, dengan wilayah lainnya pasokan air terpaksa dialihkan menggunakan cadangan dari Waduk Sungai Pulai.

“Beberapa waktu lalu penyaluran air baku dari Waduk Gesek dihentikan sementara, tapi sekarang sudah beroperasi lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi air baku di Waduk Gesek tersebut kini hanya mampu melayani pelanggan yang ada di wilayah Gesek Bintan hingga kawasan batu 10 Kota Tanjungpinang saja.

“Hanya mampu melayani jalur pendek, yaitu IPA Gesek sampai pertigaan Batu 10,” Sambungnya.

Dimana sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi RHF, Ahmad Kosasih, memprediksi 57 persen wilayah Kepri akan mengalami musim kering di bawah normal.

Rendahnya curah hujan ini dipicu oleh lemahnya fenomena global seperti ENSO dan IOD yang membuat durasi kemarau lebih panjang.

“Sifat musim di Kepri 57 persen lebih kering dari normal, dan durasi kemaraunya diprediksi akan lebih panjang,” Sebutnya beberapa waktu lalu.

Selain krisis air, rendahnya curah hujan disertai angin kencang meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Waspadai meluasnya kebakaran lahan akibat aktivitas masyarakat yang didukung rendahnya curah hujan,” pungkasnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *