GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan mencatat 55 kasus malaria hingga akhir April 2026, terutama di Senggarang dan Kampung Bugis.
Kepala Dinkes, Rustam, menyebut kasus dipicu impor dan relaps yang menyebar lewat nyamuk Anopheles. Wilayah rawa serta genangan akibat penimbunan lahan memperparah risiko.
Gejala utama berupa menggigil dan keringat dingin. Warga diminta waspada dan menerapkan 3M untuk mencegah penyebaran.
“Dua wilayah itu memang rawan karena habitat nyamuk. Masyarakat harus waspada menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus rantai penyebaran,” ujarnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













