GOTVNEWS, Tanjungpinang – Ketua Koni Tanjungpinang, Abdul Halim, menyayangkan polemik cabor panjat tebing terkait dugaan keterlibatan empat atlet kontingen Kota Batam yang berasal dari luar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Abdul Halim menegaskan, Porprov merupakan ajang pembinaan dan kompetisi bagi atlet lokal. Karena itu, ia meminta empat atlet yang dipersoalkan tersebut mengundurkan diri atau didiskualifikasi demi menjaga sportivitas dan kelangsungan pertandingan.
“Untuk empat peserta tersebut, bukan berarti tidak ada tempat di ajang lain, tetapi fase kehadiran Anda di sini tidak tepat,” tegas Abdul Halim, Senin (2/11/2026) malam.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh sampai menghambat pertandingan dan merugikan atlet dari kabupaten/kota lainnya.
”Bagaimana kita mau menghasilkan atlet terbaik jika secara identitas diri saja sudah tidak benar,” ungkapnya.
Menurut Abdul, sesuai dengan arahan dan ketetapan arahan panitia, langkah tegas berupa diskualifikasi terhadap empat oknum atlet tersebut merupakan solusi terbaik agar cabor panjat tebing dapat terus dipertandingkan bagi kontingen kabupaten dan kota lainnya.
Ia menilai, pembatalan cabor panjat tebing akan berdampak pada atlet serta penggunaan anggaran daerah yang telah dialokasikan untuk memberangkatkan kontingen.
“Jangan hanya gara-gara empat orang, empat puluh orang atlet lain jadi korban, bagaimana pertanggung jawaban kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang sudah mengucurkan dana APBD untuk memberangkatkan kontingen, kalau sampai atletnya gagal bertanding,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












