GOTVNEWS, GoCast – Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan tulang punggung jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Karimun. Namun, seperti halnya di banyak daerah lain, proses perencanaan, penganggaran, hingga realisasi APBD seringkali menemui sejumlah persoalan yang membuat pelaksanaannya tidak optimal. Mulai dari keterlambatan penyusunan, tumpang tindih program, hingga rendahnya serapan anggaran pada sektor-sektor strategis.
Di balik angka-angka besar dalam dokumen APBD, terdapat dinamika yang kompleks antara perencanaan teknokratis dan kepentingan politis. Koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum maksimal, serta lemahnya sistem pengawasan internal, menjadi salah satu benang kusut utama yang harus diurai. Banyak program pembangunan yang sejatinya baik, namun tidak berjalan efektif karena kurangnya sinkronisasi antara kebutuhan masyarakat dengan prioritas anggaran.
Selain itu, faktor kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem keuangan daerah juga masih perlu diperkuat. Digitalisasi pengelolaan keuangan daerah sebenarnya membuka peluang besar untuk transparansi dan efisiensi, namun implementasinya masih menghadapi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun komitmen aparatur.
Pemerintah Kabupaten Karimun perlu melakukan langkah-langkah pembenahan menyeluruh: memperkuat fungsi perencanaan berbasis data, meningkatkan keterbukaan informasi publik, serta memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pengawasan yang melibatkan masyarakat dan lembaga independen juga menjadi kunci untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBD.
Mengurai benang kusut APBD bukan sekadar urusan teknis keuangan, melainkan cerminan dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi hasil. Dengan komitmen bersama antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat, APBD Karimun dapat kembali menjadi instrumen yang efektif untuk mewujudkan โKarimun Bangkit dan Hebatโ. bukan sekadar slogan, tetapi kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













