Kisah Sri dan Anaknya Dua Tahun Tinggal Dirumah Tak Layak Huni di Bintan, Jas Hujan Dijadikan Selimut

Kisah Sri dan Anaknya Dua Tahun Tinggal Dirumah Tak Layak Huni di Bintan, Jas Hujan Dijadikan Selimut
Kisah Sri dan Anaknya Dua Tahun Tinggal Dirumah Tak Layak Huni di Bintan, Jas Hujan Dijadikan Selimut . foto GotvNews/Muhammad

GOTVNEWS, Bintan – Sri Hariyanto (46) dan anaknya Annua Adit (12) tinggal dirumah jauh dari kategori layak. Sri dan anaknya terpaksa harus menggunakan jas hujan untuk dijadikan tempat berlindung dari panas dan hujan.

Hal itu dikarenakan, atap rumah yang mereka tempati telah banyak yang rusak dan bocor kita musim hujan.

Sri Hariyanto (46) dan annua Adit (12), tinggal disebuah gubuk reyot di RT 002 RW 009, Kampung Purwodadi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Sri Hariyanto mengatakan, kondisi itu telah mereka jalani selama dua tahun belakangan. “Tidur harus pakai jas hujan, lantaran kondisi rumah yang sudah rusak,” jelasnya.

Sri Hariyanto sendiri tercatat sebagai warga Jalan Nusantara kilometer (Km) 20, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur dan telah 20 tahun menetap dirumah rumah tersebut.

“Ini rumah orangtua, awalnya saya tinggal di bagian depan rumah. Namun, dua tahun terakhir bagian depan rumah sudah tidak layak dihuni, dan mendiami bagian dapur yang tersisa dari rumah ini sudah dua tahun,” jelasnya.

Namun demikian, Sri mengaku senang tinggal dirumah itu meski tidak ada aliran listrik.

“Sudah biasa, listrik juga tidak ada namun kadang takut juga ada hewan liar,” ucapnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Sarjiman mengatakan, Sri dan anaknya diketahui tinggal dirumah jauh dari kategori layak tersebut pada saat warga sedang mencari kayu dikawasan itu.

Warga yang melihat itu, sebut dia, kaget lantaran kondisi rumah yang ditempati Sri dan anaknya itu sangat memprihatikan.

Oleh karena itu, dengan rasa kepedulian warga dan RT setempat mengumpulkan dana untuk membangun rumah mereka.

“Warga gotong-royong membangunkan rumah di lokasi yang tidak jauh dari gubuk tersebut untuk Sri Hariyanto dan anaknya,” tutupnya.(Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *