GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperluas kolaborasi dan penguatan kapasitas pelaku usaha, mulai dari warga binaan di Rutan Tanjungpinang hingga UMKM yang tengah mengembangkan pasar ekspor.
Kepala Dinkop UKM Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan bahwa sejumlah program pemberdayaan sedang disiapkan, termasuk kerja sama dengan Rutan Tanjungpinang untuk meningkatkan keterampilan warga binaan sebagai bekal kemandirian setelah bebas.
“Kami baru menerima kunjungan pimpinan Rutan sebagai bentuk keseriusan meningkatkan kapasitas warga binaan. Mereka butuh pelatihan yang bukan sekadar aktivitas di dalam penjara, tetapi bisa menjadi modal berdaya setelah keluar,” ujarnya, Jum’at (20/10/25).
Menurut Riki, kerajinan berbahan baku lokal menjadi salah satu fokus pembinaan yang akan diperkuat melalui pelatihan terpadu.

Pengajuan KUR dan Skema Pinjaman Subsidi Margin
Di sisi lain, Dinkop UKM Kepri juga menemukan masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami literasi keuangan dan prosedur perbankan sebelum mengajukan pembiayaan, baik Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun skema pinjaman subsidi margin.
“Masih banyak UMKM yang belum punya edukasi keuangan yang cukup. Karena itu, dalam setiap pelatihan kami sertakan materi literasi keuangan agar mereka siap saat berhubungan dengan perbankan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal bayar dan meningkatkan kualitas UMKM Kepri secara keseluruhan.
Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi UKM RI mengunjungi Koperasi Batam Lestari, Bintan di Kuala sempang.
Kedua koperasi tersebut juga mendapatkan apresiasi yang sudah berjalan mandiri meski belum mendapat dukungan pendanaan dari Himbara.
Terhadap kemandirian tersebut, Riki menilai Koperasi Batam dan Bintan itu patut diapresiasi.

Peluang Ekspor Produk UMKM Kepri
Selain itu, Dinkop UKM Kepri juga mengumpulkan UMKM yang telah menembus pasar ekspor maupun yang berpotensi ekspor untuk memperdalam pemahaman mengenai perpajakan.
“Banyak peluang ekspor yang bisa dikerjasamakan, termasuk dukungan penuh Bea Cukai untuk meningkatkan nilai ekspor UMKM, khususnya di Batam,” tambahnya.
Adapun negara tujuan ekspor yang dinilai paling potensial meliputi Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Turki.
Proyek Kapal “Kampung Kapal Laut”
Dinkop UKM Kepri juga terlibat dalam proyek perubahan “Kapal” (Kampung Pangan Laut) yang diinisiasi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani, sebagai bagian dari program PKN I.
Program tersebut melibatkan berbagai OPD, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Perbatasan, Disperindag, Kominfo, dan Dinas Pariwisata.
“Kami mendukung penuh inisiasi Kampung Pangan Laut untuk memperkuat ketahanan pangan dan potensi perikanan Kepri. Ini sejalan dengan percepatan Asta Cita menuju pertumbuhan ekonomi yang maju dan berkelanjutan,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








