Anomali Siklon Senyar Di Selat Malaka, Sebabkan Cuaca Ekstrem Di Sumatera Hingga Kepri

Anomali Siklon Senyar Di Selat Malaka, Sebabkan Cuaca Ekstrem Di Sumatera Hingga Kepri.
Anomali Siklon Senyar Di Selat Malaka, Sebabkan Cuaca Ekstrem Di Sumatera Hingga Kepri. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menjelaskan fenomena siklon tropis Senyar yang terbentuk pada 21 November 2025 lalu, hingga kini masih memberikan dampak cuaca signifikan di sejumlah wilayah terutama Sumatera.

Kepala Stasiun BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasi, mengatakan siklon tersebut terpantau mulai menguat dengan penomoran 95B.

“Siklon ini mulai tumbuh sejak 21 November, dan terpantau terus menguat,” ucap Kosasih, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, siklon Senyar tergolong anomali karena berkembang di wilayah yang tidak biasa, yaitu Selat Malaka, yang relatif sempit dibandingkan lokasi ideal tumbuhnya badai tropis di wilayah samudera terbuka.

“Biasanya siklon tumbuh optimal di laut luas dengan suhu muka laut sekitar 25,5 derajat. Namun Senyar muncul di perairan sempit, sehingga terbilang langka,” jelasnya.

Dampak signifikan dari siklon tersebut terjadi terutama di wilayah daratan Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang mengalami peningkatan curah hujan ekstrem hingga bencana alam.

“Wilayah Sumatera yang terdampak langsung mencatat curah hujan hingga 300 sampai 400 milimeter dalam sehari,” ungkapnya.

Sementara itu, wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tidak terkena dampak langsung tetapi tetap merasakan pengaruh cuaca dari sistem siklon tersebut. BMKG mencatat adanya hujan sedang hingga lebat serta peningkatan tinggi gelombang di beberapa perairan.

“Untuk Kepri, dampaknya berupa hujan sedang sampai lebat, dan gelombang sedang 1,25 sampai 2,5 meter di perairan Bintan, Lingga, Anambas, dan Natuna,” tutupnya.

BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang masih dinamis akibat pengaruh siklon tropis Senyar. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *