GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Kepulauan Riau (Kepri) akan datang lebih awal dan memiliki durasi yang lebih panjang dari biasanya.
Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menyebutkan sebagian besar wilayah Kepri diperkirakan memasuki puncak kemarau pada Mei hingga juli 2026.
“Secara umum wilayah Kepri dimulai lebih awal dari normalnya, bahkan beberapa wilayah sudah masuk kemarau sejak Januari 2026,” Ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Ia menerangkan, sebanyak 57 persen wilayah Kepri diprediksi akan mengalami sifat musim di bawah normal atau lebih kering.
Untuk Pulau Bintan, curah hujan pada Maret 2026 berada di kategori rendah berkisar 50 sampai 100 mm akibat lemahnya fenomena global seperti ENSO dan IOD.
“Sifat musim di Kepri 57% lebih kering dari normal, dan durasi kemaraunya diprediksi akan lebih panjang,” jelasnya.
Meskipun didominasi cuaca cerah berawan, terdapat potensi hujan ringan lokal pada 13 hingga14 Maret di Tanjungpinang dan Bintan yang diakibatkan pola belokan angin atau shearline.
Sementara itu, gelombang laut di perairan Bintan diprediksi mencapai 1,5 meter.
“Suhu muka laut yang hangat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan lokal pada pagi dan siang hari di wilayah Bintan,” tambahnya.
Dari fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena rendahnya curah hujan dan angin kencang.
Selain itu, ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan gelombang tinggi tetap perlu diantisipasi.
“Waspadai meluasnya kebakaran lahan akibat aktivitas masyarakat yang didukung rendahnya curah hujan serta angin kencang,” Pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














