GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menyampaikan kondisi gelombang laut di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi pada kategori sedang hingga tinggi dari awal tahun hingga akhir Maret 2026.
Kepala Stasiun BMKG RHF Tanjungpinang, Ahmad Kosasi, menjelaskan tingginya gelombang dipengaruhi oleh angin musiman dari Benua Asia yang bergerak menuju Australia. Kondisi ini lazim terjadi pada periode Januari hingga Maret.
โIni kondisi yang sebenarnya normal. Pada bulan seperti sekarang hingga Maret, angin Asia masih aktif sehingga menyebabkan tinggi gelombang di wilayah Kepri cukup signifikan,โ ucapnya, Rabu (7/1/2025).
Ia merinci, tinggi gelombang di perairan Kepri bervariasi, seperti di wilayah Karimun relatif lebih rendah dengan kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Sementara perairan Bintan hingga Tambelan berada pada kategori sedang, dan perairan Natuna bagian utara berpotensi mencapai gelombang hingga 4 meter.
BMKG mengimbau seluruh aktivitas di perairan, baik nelayan maupun transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dini dari BMKG.
โNelayan kecil dan transportasi antarpulau kecil harus ekstra hati-hati, apalagi jika angin kencang disertai gelombang tinggi,โ tegasnya.
Selain gelombang, kecepatan angin di wilayah Kepri juga terpantau cukup bervariasi. Di perairan Bintan, angin berkisar 10โ12 knot, Tambelan 7โ10 knot, dan Batam sekitar 5โ11 knot. Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan pelayaran skala kecil apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Untuk angin memang di wilayah Kepri sudah pasti lumayan tinggi, makanya jika dibarengi dengan tinggi gelombang akan sangat membahayakan,” tutupnya.
BMKG memprediksi kondisi gelombang sedang hingga tinggi ini masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














