Polemik Uang Gerenti di Pelabuhan Internasional Karimun, Pemuda Batak Bersatu Minta Klarifikasi Resmi

Polemik Uang Gerenti di Pelabuhan Internasional Karimun, Pemuda Batak Bersatu Minta Klarifikasi Resmi.
Polemik Uang Gerenti di Pelabuhan Internasional Karimun, Pemuda Batak Bersatu Minta Klarifikasi Resmi. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Isu dugaan pungutan uang gerenti terhadap calon penumpang tujuan Malaysia di Pelabuhan Internasional Karimun memicu polemik di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menyebut adanya biaya jaminan yang harus dibayarkan melalui agen tiket kapal, memunculkan pertanyaan publik soal legalitas dan transparansi praktik tersebut.

Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Kabupaten Karimun, Maszan P Sianturi, turun langsung melakukan penelusuran lapangan guna memastikan duduk persoalan yang berkembang.

Menurut Maszan, istilah gerenti berasal dari kata guarantee yang berarti jaminan atau garansi. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah calon penumpang, tidak ada pungutan uang gerenti oleh pihak Imigrasi Karimun.

“Saya sudah menemui salah satu calon penumpang tujuan Malaysia. Ia menyebut Imigrasi Karimun tidak pernah meminta uang gerenti. Istilah itu disebut lebih berkaitan dengan proses masuk ke Malaysia,” ujar Maszan.

Biaya yang dikeluarkan, termasuk tiket pulang-pergi dan kebutuhan lain, disebut berkisar Rp1,1 juta untuk masa tinggal sekitar 25–28 hari di Malaysia.

Maszan menilai, polemik ini perlu diluruskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Ia mendorong agar pihak imigrasi dan agen tiket memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi dan dokumen lengkap berpotensi melanggar aturan ketenagakerjaan serta berisiko hukum bagi pekerja migran.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu menghadirkan solusi agar masyarakat dapat menempuh jalur resmi dengan lebih mudah. Jangan sampai karena prosedur rumit, warga memilih jalur nonprosedural,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *