Bupati Karimun Sidak RSUD Tanjung Batu, Cek Langsung Kualitas Layanan

Bupati Karimun Sidak RSUD Tanjung Batu, Cek Langsung Kualitas Layanan.
Bupati Karimun Sidak RSUD Tanjung Batu, Cek Langsung Kualitas Layanan. Foto: Gotvnews/yh,

GOTVNEWS, KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelayanan RSUD Tanjung Batu yang sempat dinilai belum optimal.

Sidak ini menjadi respons cepat pemerintah daerah atas aspirasi warga, khususnya masyarakat Pulau Kundur.

Salah satu isu yang mencuat adalah pasien rawat inap yang disebut harus membawa makanan sendiri dari rumah karena tidak tersedia dari pihak rumah sakit.

Bupati, Iskandarsyah meninjau sejumlah fasilitas medis sekaligus berdialog dengan pihak manajemen untuk mengetahui langsung permasalahan yang terjadi.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Apa yang menjadi keluhan harus segera dibenahi,” ujar Iskandarsyah, Kamis (30/4/2026).

Untuk mendukung peningkatan layanan, Pemerintah Kabupaten Karimun juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,9 miliar pada tahun 2026 khusus untuk RSUD Tanjung Batu.

Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional, mulai dari biaya listrik, air, jaringan WiFi, penyediaan makan minum pasien rawat inap, pengadaan serta perawatan alat kesehatan, ketersediaan obat-obatan, hingga operasional ambulans darat dan laut beserta bahan bakarnya.

Dengan dukungan anggaran tersebut, Bupati menegaskan bahwa pihak manajemen rumah sakit harus lebih sigap dalam melakukan pembenahan.

“Kami minta pengelolaan dilakukan secara proaktif, dengan perencanaan yang matang agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Ia juga memastikan, sidak ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pulau.

“Tentunya setelah sidak ini pelayanan kesehatan di RSUD Tanjung Batu dapat segera membaik dan memenuhi standar yang layak,” tutupnya.

Sebelumnya, RSUD Tanjung Batu menjadi sorotan publik setelah berbagai keluhan warga beredar luas di media sosial, termasuk terkait minimnya fasilitas penunjang bagi pasien. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *