GOTVNEWS, Karimun – Kabupaten Karimun mencatatkan angka inflasi terendah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Juni 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) pada Juni 2026 hanya sebesar 0,05 persen. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,63 persen.
Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi harga kebutuhan masyarakat di Karimun relatif terkendali.
Bahkan, inflasi Karimun jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,44 persen maupun inflasi Provinsi Kepri sebesar 0,60 persen.
“Kalau dibandingkan daerah lain di Kepri, inflasi Karimun merupakan yang paling rendah. Batam pada Juni 2026 tercatat 0,68 persen dan Tanjungpinang 0,49 persen,” kata Lulus Haryono, Kamis (3/7/2026).
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat inflasi Karimun lebih rendah dibandingkan Batam dan Tanjungpinang adalah minimnya pengaruh sektor transportasi udara.
Pada Juni lalu, kenaikan harga tiket pesawat menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di Batam dan Tanjungpinang.
Sementara di Karimun, faktor tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pembentukan inflasi.
Selain itu, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada 1 dan 10 Juni 2026 juga memberikan dampak yang berbeda.
Meski Karimun turut mengalami penyesuaian harga BBM, namun kontribusinya terhadap inflasi tidak sebesar yang terjadi di Batam maupun Tanjungpinang.
“Bobot pengaruh BBM nonsubsidi di Batam dan Tanjungpinang memang lebih besar dibanding Karimun,” ujarnya.
Secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026 atau year to date (YTD), inflasi Karimun tercatat sebesar 0,34 persen.
Lulus menilai angka tersebut masih berada dalam kategori aman dan menunjukkan kondisi ekonomi daerah yang cukup stabil. Berdasarkan pemantauan BPS terhadap 246 komoditas, terdapat sejumlah barang yang menjadi penyumbang inflasi pada Juni 2026.
Di antaranya ayam ras, minyak goreng, beras, tomat, kendaraan roda empat, serta berbagai jenis lauk-pauk.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru membantu menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
Komoditas tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, udang basah, dan telur.
Sedangkan secara bulanan, kenaikan harga terjadi pada komoditas kacang panjang, sawi hijau, udang basah, ikan selar, ketimun, dan ayam ras.
Adapun komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga meliputi ikan layur, kakap merah, bawang merah, bayam, serta cabai merah.
“Sepanjang tahun 2026 inflasi di Karimun cukup terkendali. Ketika daerah lain mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, ada beberapa komoditas di Karimun yang justru mampu menahan laju inflasi,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








