GOTVNEWS, Tanjungpinang – Realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025 dan Triwulan I 2026 sukses melampaui target yang ditetapkan, Hongkong dan Singapura jadi investor utama.
Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra, mencatat investasi kepri di tahun 2025 sebelumnya tembus hingga Rp64,67 triliun dari target nasional sebesar Rp57,89 triliun.
Tren positif tersebut berlanjut pada awal tahun 2026 dengan capaian yang tidak kalah impresif, memicu optimisme tinggi hingga akhir tahun nanti.
“Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp23,80 triliun,” ucapannya, Kamis (18/6/2026).
Hasfarizal membeberkan, bahwa Singapura dan Hong Kong masih mendominasi sebagai investor asing utama di Kepri, disusul oleh Amerika Serikat, RRT, dan Jepang.
Dimana lini sektor industri logam dan energi menjadi motor penggerak utama dalam investasi tersebut.
“Ada lima negara besar yang berinvestasi di Kepri, peringkat pertama Singapura disusul Hong Kong,” ujarnya.
Meskipun wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun masih menjadi primadona, Pemprov Kepri kini terus menggenjot pemerataan investasi ke wilayah lain seperti Natuna, Anambas, dan Lingga melalui sistem integrasi satu pintu One Kepri Investment Partnership (OKIP).
“Kami dari pemerintah provinsi akan terus memacu segala perizinan dalam memudahkan pelaku usaha berinvestasi di Kepri,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














