GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan lonjakan impor kurma sebesar 16,58 ribu ton dengan nilai mencapai USD 21,45 juta per Januari 2026.
Kenaikan tersebut merupakan siklus tahunan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kurma menjelang bulan suci Ramadan masyarakat Indonesia.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut lonjakan ini konsisten terjadi karena Indonesia bukan negara produsen kurma.
“Impor kurma selalu meningkat jelang Ramadan karena kita bukan daerah penghasil, fenomena ini konsisten setiap tahun,” ujar Amalia, Senin (10/3/2026).
Ia menyebutkan, dimana dalam memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia mengandalkan lima negara utama seperti Mesir, Tunisia, Arab Saudi, UEA, dan Aljazair.
“Paling banyak dari Mesir dengan total mencapai 9,09 ribu ton,” jelasnya.
Dari perhitungan data pada Januari tersebut, menjadi titik puncak masuknya barang sebagai persiapan menghadapi bulan puasa yang jatuh pada Februari.
“Januari adalah puncak persiapan impor kurma menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








