Pria 61 Tahun di Natuna Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Mencari Kepiting

Pria 61 Tahun di Natuna Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Mencari Kepiting.
Pria 61 Tahun di Natuna Meninggal Diduga Tersambar Petir Saat Mencari Kepiting. Foto: SAR Natuna.

GOTVNEWS, Natuna – Seorang pria bernama Yakuf (61), warga Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat mencari kepiting di Sungai Penarik, Sabtu (20/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIB. Saat itu korban diketahui sedang mencari kepiting di sekitar Sungai Penarik ketika hujan disertai petir mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Desa Binjai, Rosyid, kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna pada pukul 12.04 WIB setelah warga bersama aparatur desa melakukan pencarian awal terhadap korban.

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi.

Namun dalam perjalanan, tim mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga. Korban kemudian dievakuasi menggunakan pompong nelayan menuju Pelabuhan Binjai.

Setibanya di pelabuhan, Tim Rescue membantu proses evakuasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi SAR melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Polsek Bunguran Barat, Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparatur Desa Binjai, serta masyarakat setempat. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR dan masyarakat yang bergerak cepat dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka, terutama ketika kondisi cuaca memburuk dan disertai hujan serta petir. Kami mengimbau masyarakat agar segera menghentikan aktivitas di sungai, laut maupun area terbuka apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *