GOTVNEWS, Bintan – Ratusan warga terjangkit malaria menjalani perawatan di RSUD Bintan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama pada sore hingga malam hari.
Direktur RSUD Bintan, Tony Masruri, mengatakan selama Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 178 pasien malaria menjalani pengobatan di RSUD Bintan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 pasien menjalani rawat jalan, sementara 142 pasien harus menjalani perawatan inap.
Menurut Tony, pasien yang dirawat merupakan mereka yang beberapa tahun sebelumnya pernah positif malaria dan kambuh kembali. Masyarakat diimbau menggunakan obat nyamuk atau losion antinyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan guna menekan risiko penularan.
“Untuk pasien malaria sudah ada sebanyak 178 pasien yang dirawat, kita himbau agar warga menjalankan hidup sehat dan menggunakan obat nyamuk ataupun lotion, saat petang agar terhindar dari nyamuk malaria,” jelansya.
Selain malaria, RSUD Bintan juga menangani 56 kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD, terdiri dari 21 pasien rawat jalan dan 35 pasien rawat inap.
Sementara itu, wilayah dengan kasus malaria tertinggi berada di Kecamatan Mantang dan Kecamatan Tembeling.(mhd)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













