Antrean Sambungan Air Bersih di Karimun Tembus 750 Pelanggan, Perumda Cari Dana hingga ke Pusat

Antrean Sambungan Air Bersih di Karimun Tembus 750 Pelanggan, Perumda Cari Dana hingga ke Pusat.
Antrean Sambungan Air Bersih di Karimun Tembus 750 Pelanggan, Perumda Cari Dana hingga ke Pusat. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Ratusan warga Kabupaten Karimun hingga kini masih harus bersabar untuk mendapatkan layanan air bersih dari Perumda Tirta Mulia Karimun.

Tercatat, sebanyak 750 calon pelanggan belum dapat dilayani karena jaringan pipa distribusi air bersih belum menjangkau kawasan tempat tinggal mereka.

Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan air, melainkan belum tersedianya infrastruktur jaringan perpipaan menuju lokasi para pemohon.

“Kami sebenarnya siap melayani pelanggan baru. Namun kendalanya, di wilayah mereka belum tersedia jaringan pipa. Kalau jaringan belum ada, tentu sambungan baru belum bisa direalisasikan,” ujar Ferry.

Ferry, menjelaskan, daftar tunggu pelanggan Perumda Tirta Mulia sebelumnya sempat mencapai 990 permohonan. Setelah dilakukan sejumlah pemasangan sambungan baru, saat ini masih tersisa sekitar 800 antrean, dan sebanyak 750 di antaranya terkendala jaringan distribusi.

Menurutnya, perluasan jaringan menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan dukungan anggaran cukup besar.

Untuk menjangkau ratusan calon pelanggan tersebut, Perumda Tirta Mulia memperkirakan kebutuhan dana pembangunan jaringan baru mencapai Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.

“Anggaran yang dibutuhkan cukup besar karena harus membangun jaringan baru di sejumlah wilayah. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi pendanaannya,” katanya.

Meski menghadapi tantangan pendanaan, Perumda Tirta Mulia tetap optimistis perluasan jaringan dapat direalisasikan secara bertahap.

Perumda Tirta Mulia membuka berbagai opsi pendanaan, mulai dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pihaknya, bahkan mendapat arahan untuk aktif melakukan pendekatan ke pemerintah pusat guna memperjuangkan anggaran pembangunan jaringan air bersih melalui APBN.

“Kami diminta jemput bola ke pusat untuk mencari peluang pendanaan dari APBN. Namun memang dalam kondisi saat ini, persaingan mendapatkan anggaran cukup ketat,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *