GOTVNEWS, Tanjungpinang – Program pemetaan kasus Tuberkulosis (TBC) di Tanjungpinang baru mencapai 24 persen. Hingga September 2026, sebanyak 457 kasus telah ditemukan dari target 1.800 kasus dalam satu tahun.
Dari target yang di proyeksikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekitar 1.800 kasus TBC dapat ditemukan di Tanjungpinang dalam satu tahun.
Hingga saat ini, sekitar 24 persen kasus yang telah berhasil ditemukan oleh Dinas Kesehatan Tanjungpinang.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan kasus tersebut ditemukan berdasarkan dari hasil pemetaan yang dilakukan di 87 lokus dengan sasaran 100 orang pada setiap lokus lewat program CKG, pemeriksaan TBC, pengambilan dahak, hingga rontgen yang akan berlangsung sejak 9 September hingga 27 November 2026 mendatang.
”Itu perkiraan, dari kementerian itu di Tanjungpinang ditargetkan temukan 1800 kasus dalam setahun, kita di suruh mencari Alhamdulillah kita sudah 24 persen,” ucapnya.
Pencarian kasus melibatkan puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat dan pihak terkait.
Pemko Tanjungpinang juga memperkuat partisipasi masyarakat melalui Gerakan Antar Warga Periksa Tuberkulosis atau Gasak TBC. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News












