GOTVNEWS, Tanjungpinang – Beragam peristiwa terjadi dalam sepekan terakhir. Berikut GOTVNEWS merangkum berita-berita yang terjadi dalam minggu ini.
Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Danantara
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Danantara akan mengelola aset tujuh BUMN besar, yakni Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID. Selain itu, Indonesia Investment Authority (INA), sovereign wealth fund yang dibentuk pada era Jokowi, juga akan bergabung.
Total aset yang dikelola mencapai Rp 14.670 triliun, dengan investasi awal sebesar Rp 326 triliun dari efisiensi APBN.
Pertamina Bantah Tuduhan Oplosan BBM Pertamax dalam Kasus Korupsi
PT Pertamina (Persero) membantah tuduhan pengoplosan BBM jenis RON 90 Pertalite dan RON 92 Pertamax yang dikaitkan dengan kasus korupsi yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa seluruh BBM yang dijual Pertamina telah memenuhi standar Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Ia juga menjelaskan bahwa penyelidikan Kejagung lebih fokus pada ketidaksesuaian dalam pembelian RON 92, bukan praktik pengoplosan BBM. Pertamina memastikan distribusi Pertamax tetap sesuai spesifikasi dan aturan pemerintah.
Petugas Damkar Tanjungpinang Ditemukan Tewas Gantung Diri
Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tanjungpinang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Perumahan Mega Mas Residen, Jalan Sei Timun, Kelurahan Air Raja, Senin pagi.
Korban berinisial SW (27) ditemukan tergantung di kusen pintu kamar rumahnya menggunakan tali.
Jasadnya telah dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib untuk dilakukan visum. Sementara itu, Polisi masih menyelidiki penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya.
Ratusan Pekerja Migran Bermasalah Kembali Dipulangkan Pemerintah Malaysia
Gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih terus berlanjut. Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi.
Sebanyak 133 Pekerja Migran Indonesia tiba di Pelabuhan internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, pada Selasa (25/2/2025) sore.
Setelah tiba di Pelabuhan, ratusan pekerja migran ini langsung di data, kemudian dibawa ke penampungan sementara sebelum di pulangkan ke daerah asal masing-masing.
Lanal Bintan Gagalkan Penyelundupan Pekerja Migran Ilegal dan Pil Ekstasi
Lanal Bintan menggagalkan penyelundupan dua pekerja migran ilegal asal Malaysia menuju Batam di perairan Selat Riau, pada Selasa (25/2/2025).
Petugas mencurigai sebuah speed boat dan melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan empat orang. Selain itu, seorang pria berinisial M yang diduga sebagai pengendali operasi juga turut diamankan.
Barang bukti yang disita antara lain tiga unit speed boat tanpa nama, beberapa unit ponsel, dan 11 butir ekstasi. Sementara itu, kedua PMI ilegal akan diserahkan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk proses lebih lanjut.
Tujuh Pejabat di Bintan Jadi Tersangka Korupsi Wisata Mangrove
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan wisata mangrove di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Tersangka meliputi Camat Teluk Sebong Julpri Andani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Heny Utami, Kepala Desa Teluk Sebong Maslan, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Herika Silvia, mantan Kades Sebong Pereh periode 2017–2022 La Anip, Lurah Kota Baru Hairuddin, dan Pj Kepala Desa Sebong Lagoi Herman Junaidi.
Mereka diduga menyalahgunakan wewenang dan melakukan pungutan liar dalam pengelolaan wisata mangrove pada 2017–2023, yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 1 miliar. Ketujuh tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.(tim)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News







