Bupati Iskandarsyah Apresiasi Kerja Keras BumDes Beruntung, Bukti Nyata Kemandirian Desa

Bupati Karimun Iskandarsyah Apresiasi Kerja Keras BumDes Beruntung, Bukti Nyata Kemandirian Desa.
Bupati Karimun Iskandarsyah Apresiasi Kerja Keras BumDes Beruntung, Bukti Nyata Kemandirian Desa. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Beruntung, Desa Pangke Barat, melaksanakan panen perdana jagung pakan di lahan seluas satu hektare.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Direktur BumDes Beruntung, Eva Erlina, menjelaskan pemilihan jagung pakan didasari oleh kebutuhan lokal, khususnya bagi peternak ayam di Desa Pangke Barat.

“Di desa kami ada peternak ayam, sementara harga pakan cukup mahal. Dari situ kami berinisiatif membudidayakan jagung pakan di lahan sewa seluas satu hektare,” ujar Eva.

Ia mengaku bersyukur panen perdana berjalan dengan baik dan berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Ke depan kami berharap Pemda dapat membantu penyediaan alat seperti traktor, karena saat ini masih menyewa,” katanya.

Sementara, Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras BumDes Beruntung.

Iskandarsyah menilai, program ini menjadi bukti nyata bahwa desa mampu mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa. BumDes mampu memanfaatkan lahan satu hektare untuk menghasilkan sekitar 15 ton jagung pakan hanya dalam waktu empat bulan,” ujar Iskandarsyah.

Iskandarsyah juga mengapresiasi Desa Pangke Barat yang dinilai telah berhasil mengimplementasikan program nasional di bidang ketahanan pangan.

“Selama ini kebutuhan jagung pakan di Karimun masih didatangkan dari Pekanbaru, Jawa, hingga Sulawesi, terutama Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya ini, kita mulai mengurangi ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor ini, termasuk mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kita berharap ini menjadi bagian dari korelasi penguatan ekonomi daerah. Kami juga akan mendorong agar ke depan bisa dibangun pabrik pakan ternak ayam di Karimun,” katanya.

Selain itu, rencana pembangunan gudang Bulog juga tengah disiapkan untuk menampung hasil produksi jagung pakan dari masyarakat.

“Insya Allah ke depan akan dibangun gudang Bulog, salah satunya untuk menampung jagung pakan ini. Tidak menutup kemungkinan tahun depan kita juga akan membangun pabrik pakan, tentu setelah melalui proses verifikasi,” tambahnya.

Menurutnya, pengembangan jagung pakan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas harga pangan, khususnya daging ayam.

“Jika bahan baku pakan tersedia di Karimun, harga pakan bisa ditekan dan otomatis harga ayam juga akan lebih terjangkau. Ini tentu mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk program MBG,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw, menambahkan program ketahanan pangan berbasis desa terus didorong secara merata.

“Setiap desa wajib memiliki satu produk unggulan. Melalui BumDes Beruntung, jagung pakan dan ikan lele akan terus kita kembangkan,” ujar Jackie.

Dari 42 desa di Karimun, berbagai program ketahanan pangan telah berjalan, mulai dari budidaya jagung, ikan lele, ikan kerapu, hingga peternakan ayam pedaging dan petelur.

“Ini menjadi kekuatan baru dalam membangun kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *