GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang harus bekerja ekstra keras di tengah keterbatasan fasilitas dan personel.
Dengan hanya mengandalkan 5 unit armada dan 57 personel, tim pemadam harus berjibaku menangani 138 kasus kebakaran yang melonjak drastis sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Kasi Damkar DPKP Tanjungpinang, Derry Ambari, mengatakan saat ini kondisi sarana dan prasarana saat ini dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah dan tingginya intensitas bencana.
Idealnya, Tanjungpinang membutuhkan minimal 8 unit armada dan 70 personel untuk memberikan pelayanan proteksi kebakaran yang standar.
“Idealnya kebutuhan armada sebanyak 8 unit, namun saat ini kami hanya memiliki 5 unit saja, jumlah personel pun masih 57 orang, di bawah standar 70 orang,” Ucapnya, Kamis (2/4/2026).
Meski pengadaan armada baru telah diusulkan sejak tahun lalu, kendala finansial daerah menjadi penghalang utama dimana kebijakan efisiensi anggaran membuat pembaruan alat utama sistem pemadaman (alutsista) Damkar belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.
“Kami sudah menganggarkan tahun lalu, namun kondisi keuangan daerah di tengah efisiensi membuat pengadaan armada dan alat menjadi terhambat,” jelasnya.
Untuk menyiasati kekurangan tersebut, DPKP Tanjungpinang terpaksa mengandalkan sinergi dengan berbagai pihak eksternal.
Kerja sama dijalin mulai dari perusahaan tangki air swasta hingga bantuan armada dari kepolisian, Dinas PU, serta BPBD tingkat kota maupun provinsi.
“Kami terpaksa menjalin kerja sama dengan instansi terkait seperti kepolisian, Dinas PU, hingga BPBD untuk mengatasi kekurangan armada di lapangan,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














