GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus melakukan evaluasi dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan usaha para pelaku usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Provinsi Kepri, Riki Rionaldi mengatakan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah menerima subsidi margin saat ini terus dipantau secara intensif melalui proses evaluasi dan monitoring oleh pemerintah serta pihak perbankan.
“Dari sisi pemerintah, pengawasan dilakukan melalui tinjauan berkala guna memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM,” ucapnya, Senin (23/3/2026).

Sementara itu, lanjut dia, perbankan memfokuskan penilaian pada kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran cicilan pokok setiap bulannya.
“Sejauh ini, belum ditemukan indikasi signifikan terkait lonjakan kredit macet dalam jumlah besar,” ucapnya.
Namun demikian, hasil evaluasi terhadap sejumlah sampel menunjukkan adanya tren penurunan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM, khususnya dalam beberapa waktu terakhir.
Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika ekonomi global, kondisi ekonomi nasional, hingga situasi keuangan daerah yang turut memberikan tekanan terhadap sektor UMKM di Kepulauan Riau.
“Di tengah kondisi tersebut, langkah strategis untuk merespons tantangan yang dihadapi masih dalam tahap pembahasan,” sebutnya.
Sambung Riki, Kekhawatiran juga muncul seiring rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta meningkatnya harga bahan baku, seperti plastik untuk kemasan, yang diperkirakan dapat menambah beban operasional pelaku usaha.

Pemerintah mengakui bahwa pembahasan mendalam terkait langkah penanganan belum sepenuhnya dilakukan.
“Namun, upaya penguatan monitoring dan evaluasi dijadwalkan akan ditingkatkan dalam waktu dekat, tepatnya pada pekan depan, guna memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif,” ujarnya.
Sementara itu, informasi lebih rinci terkait kemampuan bayar pelaku UMKM dari sisi perbankan masih menunggu keterangan resmi dari pihak bank.(ADV/Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














