GOTVNEWS, Tanjungpinang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Tanjungpinang, berikan pendampingan terhadap delapan orang anak-anak yang menjadi korban tindak asusila yang dilakukan pelatih voli inisial S alias J.
Kepala Dinas DP3APM Tanjungpinang, Bambang Hartanto, mengatakan, saat ini baru delapan korban yang sudah dilakukan pendampingan, dan menyiapkan tiga psikolog untuk memulihkan mental para korban.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan visum untuk mendapatkan data lebih dalam, dan memperkuat laporan.
Bambang menuturkan, tingkat pemulihan terhadap para korban nantinya akan berbeda sesuai dengan tingkat kondisi masing-masing korban.
“Kita melakukan pendampingan sesuai berita acara yang dilampirkan, baik dalam memulihkan mental anak-anak nanti,” ucapnya.
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo mengatakan, saat ini jumlah korban yang terindikasi mencapai 13 orang. Namun baru delapan diantaranya yang telah memberikan keterangan.
Hingga kini pihaknya masih menyelidiki motif pelaku. Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban tidak dijanjikan imbalan apapun.
“Dalam pendalaman kami total ada 13 orang. Namun dalam pemeriksaan awal, pelaku hanya mengaku 5. Dan bertambah lagi tiga jadi delapan korban yang telah di periksa,” ucapnya.
Masyarakat juga dihimbau untuk tidak takut untuk melaporkan peristiwa yang terjadi saat ini. Hal itu agar peristiwa seperti ini bisa cepat ditangani dan di minimalisir.(ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













