“Pemerintah Provinsi Kepri memberikan apresiasi yang besar atas komitmen AEC dalam memberikan pendampingan bagi UMKM. Ini penting mengingat masa depan Kepri sangat tergantung pada sejauh mana Sumber Daya Manusia (SDM) kami siap,” ujar Gubernur Ansar.
Beliau juga mengakui peranan penting UMKM dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi fluktuasi ekonomi seperti pandemi Covid-19.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa kerjasama dan pendampingan yang baik sangatlah diperlukan dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah serta mengatasi tantangan klasik UMKM, seperti akses permodalan, manajemen, akses pasar, dan pembentukan kemitraan.
“Untuk memudahkan akses permodalan, Pemerintah Provinsi Kepri telah meluncurkan program subsidi bunga nol persen untuk pinjaman modal UMKM yang bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah,” jelas Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga berkomitmen untuk meningkatkan plafon kredit modal UMKM yang bunganya disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kepri, dari Rp20 juta menjadi Rp40 juta.
Meskipun demikian, beliau meminta para pelaku UMKM untuk bersabar menunggu rencana ini seiring dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan BRK Syariah yang tengah mempelajarinya.
Lisya Anggraini dalam sambutannya menjelaskan pendekatan unik AEC dalam membantu UMKM menjadi lebih kuat dan tahan banting.
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














