Katar Kepri Bantah Lakukan Pungli Peserta Bazar Ramadhan Tugu Sirih

Ft. Snd/Gotvnews
Kemeriahan saat berada dilokasi Bazar Kepri Fair dan Kampoeng Ramadan, berlokasi di Taman Tugu Sirih. (Foto : Hasandy /Gotvnews)

“Kita koordinasi ke tetangga sebelah, berapa biaya kontribusinya bisa ditarik. Waktu itu mereka mengatakan. Aldoni mengatakan mengambilnya Rp 1 juta. Yaudah oke. Kalau gitu jangan turunkan begitu bahasanya. jangan sampai ada perebutan palaku UMKM seolah – olah disini lebih murah disana lebih mahal dan segala macam, diratakan saja,”katanya Minggu (24/3/2024).

Bahkan, pihak Katar Kepri memberikan kemudahan pembayaran dengan mencicil biaya sewa stand sebanyak 4 hingga 5 kali angsuran, kepada para pelaku usaha tanpa pemaksaan apapun.

“Kita buat poster siapa mau ikut, lakukan pendaftaran dan segala macam. Pada saat lakukan pendaftarankan tentu ada tanya jawab ni. Kami bilang mekanisme bayarnya justru 3 kali bayar diangsur saja berapa ada. Mau seratus atau dua ratus dan tidak pernah ada paksaan,”katanya.

“Itu perbedaan Karang Taruna dan kawan kawan lainnya. Kalau kawan kawan lain ambil dulu, sudah. Kalau kita ada model angsuranlah sifatnya kontributif,”jelasnya.

Muharroni menyampaikan, acara bazar ramadan ini tidak disponsori maupun dibantu oleh pihak manapun, murni hasil swadaya bersama Karang Taruna Kepri dibuat secara mandiri.

“Jadi makanya hal-hal yang diduga itu semuanya tidak ada. apa yang terjadi didalam sini merupakan kesepakatan antara bersama. Otomatis Karang Taruna bergerak sebagai vendor penyediaan tenda yang kemudian butuh operasional segala macam,”katanya.

Maka, jelas Roni, operasional tersebut dibebankan kepada pedagang. Sebab, mereka tentunya berjualan mendapatkan income atau mendapatkan pendapatan.

“Kenapa dibebankan kepada pedagang tidak di freekan saja?, Karena operasional itu tidak ada yang menanggung. Dan mereka itu komersial mereka berjualan mendapatkan income (pemasukan) segala macam,”lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *