Lesunya Daya Beli Warga, Penjualan Pertalite di SPBU Tanjungpinang Tertekan

Lesunya Daya Beli Warga, Penjualan Pertalite di SPBU Tanjungpinang Tertekan.
Lesunya Daya Beli Warga, Penjualan Pertalite di SPBU Tanjungpinang Tertekan. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Memasuki awal tahun 2026, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungpinang mencatat penurunan signifikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Tren ini paling terasa pada kendaraan roda empat dan diduga dipicu melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Pengawas SPBU Km 7, Yogi, mengungkapkan bahwa penjualan harian Pertalite mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan rata-rata penjualan pada periode sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok BBM di tangki pendam masih dalam kondisi aman dan stabil.

“Penjualan turun cukup jauh. Kemungkinan besar ini dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang sedang melemah,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Penurunan serupa juga terjadi di SPBU Km 8. Penjualan Pertalite yang sebelumnya mampu mencapai 17 hingga 18 ton per hari, kini menyusut menjadi sekitar 14 hingga 15 ton per hari.

Pengawas SPBU Km 8, Aziz, menyampaikan bahwa tren penurunan tersebut mulai terasa sejak pekan pertama Januari 2026 dan berlangsung secara konsisten.

“Biasanya bisa mencapai 17 sampai 18 ton per hari, sekarang rata-rata hanya 14 hingga 15 ton,” jelasnya.

Kondisi ini turut terlihat dari antrean kendaraan yang tidak lagi mengular panjang, terutama pada jam-jam sibuk di sore hari. Sejumlah pemilik kendaraan diduga mulai membatasi mobilitas atau beralih ke moda transportasi yang lebih efisien guna menekan pengeluaran harian.

“Masyarakat cenderung lebih berhemat, mengurangi penggunaan mobil, dan memilih kendaraan yang lebih irit,” pungkasnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *