GOTVNEWS, Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) TA 2025 dengan catatan evaluasi pada sektor pendapatan dan infrastruktur.
Ia menyebutkan, meski 83,78 persen dari 259 indikator program masuk kategori sangat tinggi, masih terdapat 13 indikator (5,02 persen) yang terpuruk di kategori sangat rendah, sementara sisanya berada pada level rendah dan sedang.
“Kondisi ini menjadi PR bagi kita untuk meningkatkan efektivitas program ke depan,” Ucapnya, Selasa (17/3/2026).
Dengan realisasi pendapatan daerah mencapai 91,21 persen dari target Rp1,07 triliun, namun ketergantungan pada pusat masih tinggi karena PAD hanya terealisasi 73,42 persen, jauh di bawah pendapatan transfer yang menembus 97,62 persen.
“PAD hanya terealisasi 73,42 persen, jauh di bawah capaian pendapatan transfer,” ungkapnya.
Lis menjelaskan, dari total belanja Rp1,08 triliun, realisasi fisik atau belanja modal hanya mencapai 77,66 persen. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan belanja operasi yang mencapai 92,27 persen.
“Rendahnya serapan belanja modal menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan infrastruktur,” jelasnya.
Terakhir ia menyampaikan, pemko Tanjungpinang berkomitmen menjadikan rapor merah ini sebagai bahan perbaikan total pada perencanaan pembangunan periode berikutnya agar lebih optimal.
“Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki pada periode berikutnya,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














