GOTVNEWS, Tanjungpinang – Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tirto Karnavian, resmi menutup perhelatan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 di halaman Gedung Dekranasda, Tanjungpinang, Minggu (8/3/2026).
Dimana Event tersebut dinilai sukses mengintegrasikan aspek religiusitas dengan penguatan ekonomi riil daerah.
Mendagri menegaskan bahwa kehadiran UMKM selama sepekan pelaksanaan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan daya tarik wisata.
“Ini bukan hanya aspek keagamaan, ada ekonomi dan wisata, UMKM adalah sektor riil dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” Ucapnya.
Ia menjelaskan, melihat posisi Kepri di jalur Selat Malaka dan kedekatannya dengan Singapura, diharapkan keberlanjutan event KURMA sebagai magnet pasar mancanegara, dengan didukung kekayaan budaya Pulau Penyengat.
“Kepri beruntung karena lokasi strategis dan dekat Singapura yang punya daya beli tinggi, secara budaya, kita adalah pusat Melayu,” tambahnya.
Dalam gelaran tersebut Mendagri turut menyoroti pameran kerajinan daerah serta penguatan ekosistem halal melalui sertifikasi juru sembelih. Selain itu, penggunaan QRIS dari Bank Indonesia ditekankan sebagai standar transaksi masa depan.
“Potensi kerajinan kita luar biasa, promosi produk halal dan transaksi digital melalui QRIS harus terus dipertahankan,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News










