GOTVNEWS, GOCast – HIV masih kerap diselimuti berbagai mitos yang menimbulkan ketakutan dan stigma di tengah masyarakat. Kesalahpahaman ini bukan hanya menghambat upaya pencegahan, tetapi juga berdampak pada diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Karena itu, penting bagi kita untuk membedakan mana mitos dan mana fakta.
Banyak yang mengira HIV dapat menular melalui sentuhan, pelukan, atau berbagi alat makan. Ini adalah mitos. Faktanya, HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari. Virus ini hanya dapat berpindah melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, dan ASI.
Ada pula anggapan bahwa HIV hanya menyerang kelompok tertentu. Ini juga mitos. Faktanya, HIV dapat menyerang siapa saja. Risiko penularan ditentukan oleh perilaku, bukan oleh usia, pekerjaan, atau status sosial seseorang.
Sebagian masyarakat percaya bahwa orang yang hidup dengan HIV pasti terlihat sakit dan tidak dapat menjalani hidup normal. Anggapan ini keliru. Dengan pengobatan antiretroviral (ARV) yang rutin, ODHIV dapat hidup sehat, produktif, dan beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya.
Kesalahpahaman lainnya adalah menyamakan HIV dengan AIDS. Faktanya, HIV dan AIDS tidak sama. HIV adalah virus, sedangkan AIDS merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV yang tidak diobati. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, perkembangan HIV ke AIDS dapat dicegah.
Mitos juga berkembang bahwa HIV adalah penyakit mematikan tanpa harapan. Faktanya, HIV dapat dikendalikan. Pengobatan tersedia dan terbukti efektif menekan jumlah virus sehingga kualitas hidup ODHIV tetap terjaga.
Meluruskan mitos tentang HIV adalah langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih peduli dan berpengetahuan. Dengan memahami fakta, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga turut menciptakan lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi.(*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














