GOTVNEWS, Tanjungpinang – Ditengah lonjakan kasus campak nasional yang mencapai 10.453 suspek dengan 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menyatakan situasi di wilayah setempat masih terkendali dan berada dalam kategori normal.
Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 10 kasus positif campak dan 2 rubella di Tanjungpinang.
Sementara untuk tahun 2026, terdapat 26 laporan diduga campak, dengan 8 sampel yang telah dikirim ke laboratorium dan masih menunggu hasil.
“Aman masih, insyaallah,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, campak merupakan infeksi virus yang sangat rentan menyerang anak usia 9 bulan, dnegan kunci utama pencegahan adalah kedisplinan orang tua dalam memberikan imunisasi rutin sesuai jadwal, mulai dari bayi hingga usia sekolah.
“Yang terpenting orang tua rajin imunisasi anaknya sesuai jadwal,” jelasnya.
Selain imunisasi, kekebalan tubuh yang didukung nutrisi baik sangat berpengaruh dalam menangkal penularan melalui percikan air liur (droplet).
Dengan gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), hingga ruam merah pada kulit.
“Faktor nutrisi atau makanan anak juga berpengaruh terhadap kekebalan tubuh dalam menghindari campak tertular ke anak,” Pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














