GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kemunculan kembali Virus Nipah di India memicu alarm kewaspadaan di Indonesia, terutama di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau (Kepri).
Dengan tingkat kematian (fatalitas) mencapai 75 persen, virus yang bersumber dari kelelawar buah ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Mohammad Bisri, memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Kepri masih terpantau aman dari paparan virus mematikan tersebut.
“Iya, sampai saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, maupun secara khusus di wilayah Kepri,” ujar Bisri saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Meskipun belum ditemukan kasus lokal, letak geografis Kepri yang berdekatan dengan Malaysia, negara tempat virus ini pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990an menjadi perhatian serius.
Bisri menekankan bahwa sejarah wabah di negara tetangga harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat.
“Karena wabah ini sudah ada di negeri tetangga, kita harus lebih ketat menjaga diri dan waspada terhadap segala potensi penularan,” sambungnya.
Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk menjaga pola konsumsi, terutama menghindari buah-buahan yang sudah terkontaminasi oleh hewan liar. Hal ini krusial karena virus dapat berpindah dari hewan ke manusia maupun antarmanusia.
“Penyebarannya bisa melalui kelelawar dan kontak antarmmanusia, kami mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi buah yang ada bekas gigitan kelelawar dan selalu menjaga kebersihan diri,” tutupnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








