Nelayan Desa Berakit Dikabarkan Hilang saat Mencari Ketam

Nelayan Desa Berakit Dikabarkan Hilang saat Mencari Ketam.
Nelayan Desa Berakit Dikabarkan Hilang saat Mencari Ketam. Foto: SAR Tanjungpinang.

GOTVNEWS, Bintan – Seorang nelayan Kampung Panglong, Desa Berakit, bernama Top (50) dikabarkan hilang saat mencari ketam di Perairan Berakit Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (6/1/2026) kemarin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan Basarnas Tanjungpinang menerima laporan dari BPBD Bintan mengenai nelayan hilang di Perairan Berakit.

“Kami dapat laporan dari BPBD Bintan sekitar pukul 11.30 WIB. Langsung kami tindaklanjuti,” ujar Fazzli.

Dari laporan yang diterima, korban yang merupakan warga Kampung Panglong ini melaut mencari ketam di Perairan Berakit sejak Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika itu korban menggunakan sampan saat kondisi air mulai surut. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali pulang.

“Warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri. Tapi hanya berhasil menemukan sampan dan alat tangkap milik korban di tepi pantai sementara korban belum ditemukan hingga hari ini,” jelasnya.

Basarnas Tanjungpinang mengerahkan satu tim rescue yang berjumlah 9 orang untuk bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rescue Car Type II.

Tim diberangkatkan pada pukul 11.50 WIB dan diperkirakan tiba di lokasi pada siang hari untuk langsung berkoordinasi dengan unsur di lapangan dan memulai penyisiran.

“Lokasi pencarian terfokus pada koordinat 01∘11’57.94 “N 104∘33â€Č1.23â€Čâ€ČE, dengan jarak tempuh sekitar 58 KM dari kantor SAR,” katanya.

Dalam Operasi SAR hari pertama yang dilakukan pada Selasa kemarin tersebut melibatkan berbagai unsur gabungan guna mempercepat proses penemuan korban, diantaranya Satpolair Polres Bintan, Pos AL Bintan, BPBD Bintan serta masyarakat dan nelayan setempat.

“Tim gabungan masih terus melakukan koordinasi di lapangan untuk menentukan rencana penyisiran area perairan berdasarkan arah arus dan angin,” tutupnya.(Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *