Operasi Patuh Seligi 2026 di Karimun, Polisi Beri 72 Teguran

Operasi Patuh Seligi 2026 di Karimun, Polisi Beri 72 Teguran.
Operasi Patuh Seligi 2026 di Karimun, Polisi Beri 72 Teguran. Foto: Humas Polres Karimun.

GOTVNEWS, Karimun – Sebanyak 72 pengendara di Kabupaten Karimun, mendapat teguran dari Satlantas Polres Karimun selama pekan pertama Operasi Patuh Seligi 2026.

Meski menemukan puluhan pelanggaran, polisi belum menjatuhkan satu pun tilang karena lebih mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi dan imbauan kepada masyarakat.

Pelanggaran yang paling banyak ditemukan di antaranya pengendara tidak menggunakan helm, serta kendaraan yang tidak dilengkapi kaca spion dan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor.

Selain itu, masih terdapat pengendara yang melawan arus, menerobos lampu merah, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga tidak melengkapi kendaraan dengan perlengkapan standar keselamatan.

Kasat Lantas Polres Karimun, IPTU Akmal Hakim, mengatakan pendekatan edukatif dan persuasif menjadi prioritas dalam pelaksanaan Operasi Patuh Seligi tahun ini.

Menurutnya, operasi tersebut bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran dan memberikan sanksi kepada pengendara. Lebih dari itu, kepolisian ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Untuk di Operasi Patuh Seligi 2026, kami lebih mengedepankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar bisa lebih tertib dalam berkendara serta mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar IPTU Akmal Hakim.

Ia mengungkapkan, masih banyak pengendara yang menganggap sejumlah pelanggaran sebagai hal biasa. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, Satlantas Polres Karimun terus mengintensifkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Selain memberikan teguran, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas, patroli, serta pemantauan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Sebab, keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kesadaran dan kedisiplinan setiap pengendara menjadi kunci untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan,” tutupnya. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *