GOTVNEWS, Jakarta – PSSI resmi memulai pengembangan National Football Philosophy (NFP) 2026 sebagai acuan bersama dalam pengembangan sepak bola Indonesia.
Sebanyak 48 pemimpin dan ahli sepak bola dari berbagai level terlibat dalam prosesnya. Mereka akan membahas cara bermain, profil pemain, identifikasi talenta, serta pengembangan kepelatihan.
Sebagai catatan, NFP tidak dirancang untuk membuat seluruh klub atau pelatih menggunakan metode yang sama. Filosofi ini ditujukan sebagai prinsip yang menjadi titik temu bagi klub, akademi, tim nasional, pelatih, dan berbagai elemen sepak bola lainnya dalam mengembangkan pemain serta permainan Indonesia.
Adapun empat tujuan utama yang akan dibangun melalui NFP, yaitu one football language, one playing direction, one player development direction, dan one connected system.
One football language diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai prinsip dan terminologi sepak bola. One playing direction menjadi acuan mengenai bagaimana Indonesia ingin bermain.
Sementara one player development direction membahas karakteristik dan kemampuan pemain yang ingin dikembangkan. Keempatnya kemudian dihubungkan melalui one connected system yang mempertemukan proses identifikasi talenta, pengembangan pemain, kepelatihan, hingga kebutuhan tim nasional.
Dalam prosesnya, terdapat tiga nilai nasional menjadi bagian penting dari pembentukan identitas tersebut, yakni Unity, Adaptability, dan Decisiveness. Ketiga nilai ini menjadi referensi dalam membahas seperti apa identitas sepak bola Indonesia dan bagaimana nilai tersebut dapat diterjemahkan di atas lapangan.
Menurut agenda, proses penyusunan NFP dilakukan melalui tiga blok sepanjang 2026. Blok pertama berlangsung pada Agustus lalu dan berfokus pada penentuan arah permainan Indonesia serta profil pemain yang perlu dikembangkan.
Sebanyak 48 peserta dibagi ke dalam delapan kelompok dengan latar belakang sepak bola yang beragam. Pendekatan co-creation ini memungkinkan berbagai perspektif dan pengalaman menjadi bagian dari proses penyusunan NFP.
Selama tiga hari, peserta membahas perkembangan permainan modern, identitas sepak bola Indonesia, serta perspektif global dan regional dari FIFA dan AFC. Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan Draft National Playing Principles yang mencakup empat fase permainan. Fokus kemudian bergeser pada karakter dan peran pemain melalui penyusunan role profiles berdasarkan kelompok usia.
Pada hari ketiga, pembahasan dilanjutkan pada jalur pengembangan pemain dan identifikasi talenta. Peserta membahas pendekatan Talent Identification serta faktor perkembangan pemain muda, seperti relative age, pertumbuhan, maturasi, dan adolescent performance dip.
Dari serangkaian kegiatan di blok pertama menghasilkan Draft National Player Profile, Draft Talent Identification Framework, dan Draft Individual Development Framework.
Hasil blok pertama tersebut selanjutnya dikonsolidasikan oleh Departemen Teknik PSSI menjadi dokumen kerja sebagai dasar untuk pembahasan berikutnya.
Kemudian, blok kedua dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang dengan fokus pada kepelatihan. Pembahasan mencakup National Coaching Beliefs, National Coaching Framework, dan Common Football Language, serta pendekatan pengembangan pelatih dan rekomendasi implementasi.
Sementara itu, blok ketiga pada Desember 2026 akan menjadi tahap validasi, pengesahan, dan aktivasi. Pada tahap ini, hasil akhir NFP akan divalidasi dan dilanjutkan dengan penyusunan implementation roadmap, termasuk penentuan pihak yang bertanggung jawab dan tahapan pelaksanaannya.
Melalui tiga blok tersebut, NFP diarahkan untuk menghubungkan cara bermain, profil pemain, identifikasi talenta, pengembangan pemain, dan kepelatihan dalam satu kerangka yang dapat menjadi referensi bersama bagi ekosistem sepak bola Indonesia. (*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














