Puluhan Pedagang Pasar Sore Puan Maimun Tolak Relokasi Pemindahan Lapak

Pedagang Pasar Maimun Tolak direlokasi

Puluhan Pedagang Pasar Sore Puan Maimun Tolak Relokasi Pemindahan Lapak.
Puluhan Pedagang Pasar Sore Puan Maimun Tolak Relokasi Pemindahan Lapak. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Rencana relokasi pedagang Pasar Sore di Pasar Puan Maimun memicu penolakan dari puluhan pedagang. Penolakan menguat setelah sejumlah pedagang mengaku dipanggil oleh Perusahaan Daerah (Perusda) selaku pengelola pasar.

Dalam pertemuan tersebut, mereka diinformasikan aktivitas jual beli akan disatukan pada pagi hari, sementara Pasar Sore berisiko ditiadakan.

“Tetapi sampai sekarang tidak semua pedagang dipanggil. Kami justru mendengar rencana ini dari sesama pedagang,” kata Joko Haritonang, salah satu pedagang Pasar Sore.

Menurut Joko, kebijakan tersebut akan mematikan mata pencaharian para pedagang yang menggantungkan hidup dari Pasar Sore sejak tujuh tahun terakhir.

Mereka menilai lokasi baru di bagian dalam pasar tidak strategis dan berpotensi menurunkan omzet secara drastis.

“Kalau semua dipaksa berdagang pagi, Pasar Sore otomatis tidak ada lagi. Padahal kami punya pembeli sendiri, terutama pekerja yang baru bisa belanja setelah pulang kerja,” tegasnya.

Joko menekankan Pasar Sore memiliki peran sosial dan ekonomi yang berbeda dengan pasar pagi. Pasar ini menjadi alternatif bagi karyawan swasta, ASN, hingga buruh yang membutuhkan bahan pangan setelah jam kerja.

“Kalau Pasar Sore dihapus, bukan hanya pedagang yang rugi, masyarakat juga kehilangan pilihan belanja,” ujarnya.

Joko mewakili para pedagang siap melakukan aksi protes jika relokasi tetap dipaksakan tanpa dialog yang jelas.

“Kalau tetap dilanjutkan, kami akan berjualan di Kantor Dinas Bupati atau bahkan di rumah dinas Bupati sebagai bentuk protes,” ujarnya.

Senada dengan, Resdiana Sihotang mengaku kecewa karena tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan kebijakan tersebut.

“Kami tidak pernah diajak diskusi. Tiba-tiba ada rencana pemindahan. Kami bukan menolak penataan, tapi menolak penghapusan Pasar Sore,” ujar Resdiana. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *