GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sekolah Rakyat Tanjungpinang terapkan terobosan kurikulum merdeka berbasis pendekatan yang dilakukan secara mendalam. Untuk mempersiapkan kecerdasan dan keterampilan murid di masa depan.
Melalui Sistem Multi Entry Multi Exit, sekolah ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai kemampuan masing-masing, tanpa harus menunggu teman sekelas.
Kepala Sekolah Rakyat, Reni Putri Rahmadani, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mengakomodasi siswa yang sempat putus sekolah agar tetap bisa mengejar pendidikan formal.
โMisalnya, ada anak yang berhenti sekolah di kelas 8 SMP dan sudah tiga tahun tidak belajar. Di sini, mereka bisa menamatkan SMP hanya dalam satu hingga dua tahun, tergantung kemampuan. Jadi mereka tidak perlu merasa tertinggal,โ ucapnya, Selasa (30/9/2025).
Lebih lanjut, Reni menambahkan bahwa fleksibilitas kurikulum juga terlihat pada jenjang SMA. Sekolah Rakyat menggabungkan pelajaran SMA dan SMK agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja.
โSetelah lulus, siswa tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi juga bisa langsung berdaya seperti lulusan SMK,โ sambungnya.
Keunggulan lain dari Sekolah Rakyat adalah pemetaan minat dan bakat siswa sejak awal melalui metode talent DNA. Hasil pemetaan ini digunakan sebagai dasar untuk mengarahkan siswa ke bidang yang sesuai dengan potensinya, baik dalam ranah akademik maupun keterampilan kerja.
โDengan cara ini, anak-anak akan lebih mudah menyalurkan kemampuan mereka sesuai minat,โ pungkasnya.
Melalui pendekatan ini, Sekolah Rakyat Tanjungpinang diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang sempat terputus pendidikannya sekaligus menjadi wadah untuk mencetak generasi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













