GOTVNEWS, Karimun – Nasib ambulans laut bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) di Kabupaten Karimun menjadi sorotan. Kapal yang diharapkan menjadi andalan transportasi medis darurat bagi masyarakat kepulauan itu hingga kini masih bersandar di Pelabuhan Pulau Parit, Kecamatan Selat Gelam.
Sudah sekitar setahun, ambulans laut tersebut belum juga beroperasi untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Padahal, keberadaan armada ini sangat dibutuhkan, terutama oleh warga yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan.
Ambulans laut itu merupakan bantuan hibah Pemprov Kepri yang dialokasikan melalui anggaran tahun 2026. Namun, hingga kini, kapal tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk pelayanan medis karena skema operasionalnya masih dalam pembahasan.
Camat Selat Gelam, Indra, membenarkan bahwa ambulans laut tersebut masih bersandar di Pelabuhan Pulau Parit.
“Ambulans laut masih sandar di Pelabuhan Pulau Parit,” ujar Indra.
Indra menjelaskan, Pelabuhan Pulau Parit dipilih sebagai lokasi bersandar karena dinilai memiliki risiko lebih kecil terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Menurutnya, kondisi cuaca di kawasan pelabuhan lain, termasuk di Balai, menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi penyandaran kapal.
“Di sini kan pelabuhan risiko kecil. Jadi disandarkan di sini. Kalau di Balai kan cuaca tidak bagus,” tambahnya.
Meski demikian, keberadaan ambulans laut yang terus bersandar tanpa beroperasi menimbulkan pertanyaan mengenai kapan fasilitas tersebut dapat mulai dimanfaatkan masyarakat.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, salah satu kendala yang menghambat pengoperasian kapal adalah belum adanya petunjuk teknis (juknis) mengenai mekanisme pelaksanaan layanan ambulans laut tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Soerjadi, mengakui bahwa skema operasional ambulans laut itu masih dalam tahap pembahasan.
Menurutnya, instansi terkait masih berkoordinasi untuk merumuskan mekanisme yang tepat agar kapal bantuan tersebut dapat segera digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
“Lagi didudukkan untuk mencari solusi terbaik. Lagi diformulasikan yang terbaik dari berbagai opsi,” kata Soerjadi.
Belum adanya skema operasional yang ditetapkan membuat pemanfaatan ambulans laut tersebut masih menunggu kejelasan lebih lanjut.
Terlebih, dalam kondisi darurat, perjalanan menuju fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang berada di pulau-pulau membutuhkan sarana transportasi yang memadai dan dapat digunakan secepat mungkin.
Kehadiran ambulans laut diharapkan dapat membantu mempercepat proses evakuasi maupun rujukan pasien yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













