Para nelayan juga mengaku, kata Raden, keberadaan boya-boya tersebut sangat menggangu. Pasalnya, boya itu berada di lokasi inti penangkapan ikan tenggiri.
Dengan adanya boya itu, lanjut dia, terdapat 100 nelayan yang terdampak pada mata pencarian mereka sebagai nelayan.
“Ada 100 nelayan terdampak dengan adanya boya itu. Karena Maret hingga Oktober sedang musim ikan tenggiri,” ucapnya.
“Saya berharap pihak terkait Dishub dan DKP bisa mengakomodir suara nelayan Pulau ini karena sekarang sedang musim tangkap bagi nelayan,” ujarnya.(*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














