Tiga tahun Mati Suri: Perlahan Pulih, Pelabuhan Taman Bunga Hidup Kembali

GOTVNEWS, Karimun – Pelabuhan Taman Bunga di Kabupaten Karimun nyaris kehilangan denyut kehidupannya, lantaran mengalami penurunan aktivitas bongkar muat sejak kapal bertonase besar tidak lagi diizinkan bersandar pada 2022. Kondisi tersebut berdampak pada penghasilan ratusan buruh pelabuhan dan pekerja angkutan yang menggantungkan pekerjaan di kawasan dermaga.

Setelah hampir tiga tahun hidup dalam ketidakpastian, aktivitas Pelabuhan Taman Bunga kembali berjalan berkat kebijakan pelonggaran kapal bersandar dari Bupati Karimun Ing Iskandarsyah yang menjadi titik balik bagi masyarakat. Kapal kembali masuk membawa sembako dan material bangunan, sementara para buruh dan sopir truk kembali mendapat pekerjaan dari aktivitas bongkar muat.

Masalah berawal ketika kapal bertonase di atas 1000 GT tak lagi diizinkan bersandar setelah adanya insiden kerusakan dermaga dan hasil kajian keselamatan pelabuhan mengharuskan kapal besar berhenti masuk. Akibatnya, aktivitas bongkar muat menurun drastis. Dalam sebulan, terkadang hanya satu kapal yang datang.

“ada permasalahan dari tiga tahun yang kemarin sampai sekarang juga belum clear-clear, itu yang kami rasakan sampai sekarang ini. jadi kita kemarin minta sampai dialog sama bupati, kita minta agar kapal bersandar di sini, karena kami itu mengharap penghasilan dari bongkar muat ini.”

Bukan hanya buruh pelabuhan yang terdampak. Sopir truk, pekerja angkut, hingga keluarga mereka ikut merasakan sulitnya ekonomi. Seorang buruh berusia 56 tahun asal Sungai Lakam, mengaku penghasilannya jauh menurun dibanding masa sebelum pembatasan diberlakukan.

โ€œKalau zaman dulu kapal banyak berentinya, zaman sekarang ini kapal sebulan kadang satu, ya jadi begitulan. Uang gak cukup, ya pandai-pandai kita lah, ibaratnya kalau dulu makan ayam sekarang makan tahu tempe lah, itu aja. Syukur masih bisa makan.โ€

Selama hampir tiga tahun, para buruh hanya mengandalkan kapal yang datang sesekali. Dalam satu bulan, pekerjaan aktif hanya berlangsung sekitar lima hingga enam hari. Selebihnya, mereka harus menunggu kapal kembali datang dari Jakarta tanpa kepastian waktu.

โ€œKalau hitungan pekerjaan dalam satu bulan paling kerja lima atau enam hari. Setelah itu kapal harus ke Jakarta, pulang ke sini lagi bisa sampai 20 hari, bahkan sebulan kalau ada kendala.โ€

Kondisi itulah yang akhirnya mendorong para pekerja pelabuhan meminta bantuan langsung kepada Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah. Melalui dialog bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait, tambahan satu kapal 1000 GT akhirnya bersandar di Pelabuhan Taman Bunga. Keputusan itu menjadi angin segar bagi ratusan keluarga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian.

“Terimakasih karena dapat dukungan dari bapak bupati, kami bisa beraktivitas kembali di sini. Saya berharap banget ya kalau memang pemerintah daerah bisa membangun pelabuhan ya secepatnya. jadi kita gak terganggu lagi lalu lintas disini.โ€

โ€œKami sangat berterimakasih kepada bapak bupati yang sudi menerima kami, menampung aspirasi kami, dan mendengar jeritan hati para buruh. Kalau tanpa beliau, kami tak tahu lagi harus mengadu ke mana.โ€

โ€œSaya ucapkan terimakasih bantuannya bapak bupati.โ€

Kini, setiap kapal yang bersandar di Taman Bunga bukan hanya sekedar membawa barang kebutuhan. Tetapi juga turut membawa harapan baru bagi masyarakat kecil yang hidup dari pelabuhan ini. Karena bagi para buruh di Taman Bunga, kesempatan untuk kembali bekerja adalah kesempatan untuk kembali bertahan hidup.(frh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *