GOTVNEWS, Karimun – Kontingen karate Kabupaten Karimun tak sekadar ingin meramaikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) 2026. Mereka datang dengan ambisi, merebut gelar juara umum di ajang yang akan berlangsung di Tanjungpinang.
Tak tanggung-tanggung, tim karate Karimun membidik minimal lima medali emas. Namun, ambisi tersebut dipastikan tidak mudah terwujud lantaran Kota Batam diprediksi menjadi rival terberat dalam perebutan medali.
Pelatih karate Karimun, Ardinis, mengaku optimistis dengan peluang anak asuhnya. Ia menilai komposisi atlet yang dimiliki saat ini lebih solid dibandingkan saat Porprov Kepri 2022.
“Target kita pasti juara umum. Kalau kita lihat dari komposisi atlet, pada 2022 lalu ada beberapa atlet yang tidak bisa mewakili Karimun karena berkuliah di luar daerah. Alhamdulillah, tahun ini beberapa di antaranya sudah bergabung kembali,” ujar Ardinis.
Kehadiran kembali para atlet tersebut menjadi suntikan kekuatan bagi karate Karimun. Bukan tanpa alasan, sejumlah atlet itu merupakan penyumbang medali emas saat Karimun menjadi juara umum cabang olahraga karate pada Porprov 2018 dengan koleksi tujuh medali emas.
Ardinis berharap, pengalaman dan kemampuan para atlet yang kembali memperkuat kontingen Karimun bisa menjadi modal untuk bersaing di papan atas.
“Harapan kami, dengan kembalinya mereka, sejarah manis dulu bisa terulang kembali. Bicara emas, target minimal kita lima medali emas dari 14 kelas yang dihitung,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan kedua daerah terlihat cukup berimbang. Gambaran persaingan ketat itu bahkan sudah terlihat pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) sebelumnya, meski cabang olahraga karate saat itu masih berstatus eksibisi.
“Kalau melihat pemetaan kekuatan, kita pasti bersaing ketat dengan Kota Batam. Contoh di Popda kemarin, meski karate masih eksibisi, perolehan angka kita kejar-kejaran dengan Batam,” ungkapnya.
Selain mematangkan teknik dan strategi, tim pelatih juga memberi perhatian khusus terhadap evaluasi penampilan atlet, terutama ketika menghadapi pertandingan penentuan di babak final.
Ardinis mengakui, kesalahan teknis dan pelanggaran pada laga sebelumnya sempat membuat atlet Karimun kehilangan peluang meski sudah berada dalam posisi unggul.
“Kemarin ada sedikit mis pada pelaksanaan final. Kita sudah unggul, tapi justru kecolongan karena pelanggaran. Hal-hal seperti ini yang kita perbaiki secara intensif dalam masa persiapan ini agar tidak terulang lagi,” tutupnya. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














