GOTVNEWS, Jakarta – Timnas Indonesia akan berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan membawa pengalaman dari sejumlah agenda internasional sepanjang tahun. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk kembali bersaing dengan tim-tim Asia Tenggara sekaligus melanjutkan proses pengembangan tim di bawah kepala pelatih John Herdman.
Pada Maret 2026, Indonesia tampil di FIFA Series 2026 yang berlangsung di Jakarta. Skuad Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis sebelum kalah 0-1 dari Bulgaria pada pertandingan final. Indonesia pun mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Hasil positif kembali diraih pada FIFA Matchday edisi Juni. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Indonesia menang 3-0 atas Oman dan kemudian mengalahkan Mozambik 1-0.
Rangkaian pertandingan tersebut memberikan kesempatan bagi Herdman untuk melihat perkembangan tim sekaligus mencoba sejumlah pendekatan sebelum memasuki persaingan di kawasan Asia Tenggara.
Pengalaman berikutnya didapat Indonesia saat tampil di ASEAN Championship 2026. Turnamen tersebut menjadi salah satu ajang penting bagi Herdman untuk beradaptasi dengan karakter persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Indonesia mengawali kompetisi dengan hasil positif, tetapi kemudian menghadapi tantangan ketika berhadapan dengan tim yang memiliki pendekatan permainan berbeda. Garuda akhirnya tidak melanjutkan langkah ke semifinal setelah menyelesaikan fase grup.
Hasil tersebut tentunya menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Persaingan di Asia Tenggara memiliki karakter tersendiri dan membutuhkan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Kini, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan berikutnya bagi tim Merah Putih. Pada turnamen ini, mereka tergabung di Grup A Division 1 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Tiga pertandingan fase grup Indonesia akan berlangsung di SUGBK, diawali dengan menghadapi Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, serta Bangladesh pada 1 Oktober 2026.
Pertemuan dengan Singapura dan Malaysia mungkin sudah tidak asing dalam persaingan regional. Meski demikian, pertemuan ketiga tim ini senantiasa menyajikan pertandingan yang seru. Sementara itu, Bangladesh menjadi lawan dari luar kawasan Asia Tenggara yang akan memberikan tantangan berbeda bagi skuad Garuda.
Tentunya, status sebagai tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, skuad Garuda akan mendapat dukungan langsung dari pecinta sepak bola Indonesia dalam seluruh pertandingan fase grup. Dukungan tersebut diharapkan menjadi energi tambahan bagi timnas Indonesia untuk tampil maksimal di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selain dukungan publik, Timnas Indonesia juga memiliki peluang diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di Eropa.
Status FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar pada kalender FIFA Matchday membuat pemain yang memperkuat klub-klub Eropa untuk mendapat panggilan tim nasional, sehingga kepala pelatih John Herdman memiliki lebih banyak pilihan dalam menyusun skuad.
Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah kedalaman dan variasi pilihan pemain Indonesia dalam menghadapi persaingan di turnamen ini. (*)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














